PROFIL
EKSTRA KURIKULER
“MEDIASI SASTRA”
(Media Seni dan Karya Sastra)
SMA TAKHASSUS AL QUR’AN
A. Latar belakang
Sastra biasanya diartikan sebagai karangan dengan bahasa yang indah dan isi yang baik. Bahasa yang indah artinya bisa menimbulkan kesan dan menghibur pembacanya. Isi yang baik artinya berguna dan mengandung nilai pendidikan. Indah dan baik ini menjadi fungsi sastra yang terkenal dengan istilah dulce et utile.
Pada tahun 1953-1956 tokoh besar sastrawan indonesia, Taufik Ismail merasa bahwa dirinya bersama puluhan ribu anak SMA lain seangkatannya di seluruh tanah air telah menjadigenerasi nol buku, yang rabun membaca dan pincang mengarang. Nol Buku disebut karena pada kala itu, mereka tidak mendapat tugas membaca melalui perpustakaan sekolah sehingga generasi yang ada “rabun membaca”. Sedangkan istilah “pincang mengarang” adalah karena tidak adanya latihan mengarang dalam pelajaran di sekolah. Keadaan generasi yang pincang mengarang dan rabun membaca inilah yang juga diindikasikan Taufik menjadi sebab mendasar amburadulnya Indonesia hari ini, karena dimungkinkan generasi nol buku inilah yang kini menjadi warga Indonesia terpelajar dan memegang posisi menentukan arah Negara di seluruh strata, baik di pemerintahan atau swasta.
Ekstra kurikuler sastra atau dinamai dengan “MEDIASI SASTRA” (Media Seni dan Karya Sastra) merupakan salah satu dari ekstra di SMA Takhassus Al Qur’an yang mewadahi bakat serta minat siswa dalam hal seni dan karya sastra.
“MEDIASI SASTRA” terbentuk ketika muncul beberapa kelompok peserta didik yang tergabung dalam wadah organisasi IPNU IPPNU, yang mana pada waktu itu sering menampilkan karya sastra terutama berupa puisi dan teatrikal/ drama.
Melihat aktivitas tersebut sempat terpikir dalam benak para aktivis sastra tersebut untuk membuat komunitas sastra supaya minat dan bakat mereka lebih serius dan terfokus, maka terbentuklah komunitas sastra SMA Takhassus Al Qur’an.
Karena semakin lama maka kemampuan mereka-pun semakin terasah, terutama dengan sering adanya beberapa workshop maupun pelatihan-pelatihan, baik tingkat lokal maupun tingkat kabupaten yang mereka ikuti, walaupun pada saat itu belum sempat tercium aroma asa yang ada dalam benak mereka, namun semangat mereka semakin menggebu-gebu untuk memperdalam sastra, terlebih ketika hadir beberapa sastrawan terkenal, semisal: A. Tohari, Zawawi Imron, Acep Zam-Zam Noer, Habiburrahman El-Saerazi, Leak, Martin Jakowsi (sastrawan Jerman), para seniman dan sastrawan dari Yogyakarta (terutama Komunitas Musik Remen Ngunjuk) dan sederet sastrawan lain yang karyanya sudah dinikmati banyak kalangan masyarakat di Indonesia ini, maka melalui perantara salah satu guru (Bapak Mustami’in, S.S) dengan didukung oleh sahabat-sahabat dari teater banyu PMII Cabang Wonosobo (terutama mas Muhammad Amin CS), serta arahan dan bimbingan sahabat-sahabat lain di Wonosobo, maka dibentuklah komunitas sastra pada tanggal 9 Mei 2007 dengan nama “MEDIASI SASTRA” (Media Seni dan Karya Sastra),dan mempunyai kelompok teater dengan nama teater “Enyong”.
B. Tujuan
“MEDIASI SASTRA” SMA Takhassus Al Qur’an mempunyai beberapa tujuan, diantaranya:
1). Untuk memajukan budaya agama dan bangsa, utamanya pembangunan budaya membaca dan menulis bagi peserta didik, khususnya siswa-siswi SMA Takhassus Al Qur’an, dan mampu mengekspresikannya dalam pementasan.
2). Untuk mengenalkan pada siswa tentang beberapa sosok sastrawan, karyanya, ulasan karya dan proses kreatifnya, sehingga dapat dijadikan influence bagi siswa untuk semangat menulis, berekspresi, mengambil referensi, sebagai pemacu semangat dalam proses kreatif siswa dalam penulisan dan untuk selanjutnya dipentaskan dalam sebuah drama/ teatrikal.
3). Siswa mampu menulis karya sastra etic and estetic berupa puisi, cepen, naskah drama/ teater untuk dipentaskan. Sehingga bisa dinikmati masyarakat dan bisa diambil manfaatnya.
4). Siswa mampu membuat karya yang memiliki standar yang baik di bidang penulisan apapun, agar penulis menjadi tenaga ahli dalam bidangnya bukan hanya tenaga kerja.
5). Menggelorakan independensi akal pikiran dan keberanian berpikir untuk mensuarakan kebenaran, keadailan, menyuarakan kebutuhan-kebutuhan manusia,
6). Siswa mampu memprasastikan permasalahan kehidupan lewat karya sastra, atau dengan bahasa yang lugas untuk berorientasi mensuarakan keadaan jaman, dan benar-benar mampu mensuarakan dan memberi pencerahan pada pembaca maupun penikmatnya, serta mampu berbicara tentang tanah airnya pada dunia
1). Untuk memajukan budaya agama dan bangsa, utamanya pembangunan budaya membaca dan menulis bagi peserta didik, khususnya siswa-siswi SMA Takhassus Al Qur’an, dan mampu mengekspresikannya dalam pementasan.
2). Untuk mengenalkan pada siswa tentang beberapa sosok sastrawan, karyanya, ulasan karya dan proses kreatifnya, sehingga dapat dijadikan influence bagi siswa untuk semangat menulis, berekspresi, mengambil referensi, sebagai pemacu semangat dalam proses kreatif siswa dalam penulisan dan untuk selanjutnya dipentaskan dalam sebuah drama/ teatrikal.
3). Siswa mampu menulis karya sastra etic and estetic berupa puisi, cepen, naskah drama/ teater untuk dipentaskan. Sehingga bisa dinikmati masyarakat dan bisa diambil manfaatnya.
4). Siswa mampu membuat karya yang memiliki standar yang baik di bidang penulisan apapun, agar penulis menjadi tenaga ahli dalam bidangnya bukan hanya tenaga kerja.
5). Menggelorakan independensi akal pikiran dan keberanian berpikir untuk mensuarakan kebenaran, keadailan, menyuarakan kebutuhan-kebutuhan manusia,
6). Siswa mampu memprasastikan permasalahan kehidupan lewat karya sastra, atau dengan bahasa yang lugas untuk berorientasi mensuarakan keadaan jaman, dan benar-benar mampu mensuarakan dan memberi pencerahan pada pembaca maupun penikmatnya, serta mampu berbicara tentang tanah airnya pada dunia
C. Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang linkup kegiatan “MEDIASI SASTRA”meliputi kajian, diskusi dan ekspresi melalui pementasan mengenai sastra itu sendiri, baik berupa puisi, musik, teatrikal maupun sastra tulis, namun disini lebih diperinci lagi materi sastra, meliputi:
☺
|
Drama/ teatrikal
|
☺
|
Cerpen
|
☺
|
Puisi
|
☺
|
Novel
|
☺
|
Musikalisasi puisi
|
☺
|
Film
|
D. Sasaran Pembinaan
Sasaran pembinaan adalah para peserta didik atau siswa-siswi SMA Takhassus yang tergabung dalam “MEDIASI SASTRA” SMA Takhassus Al Qur’an.
E. Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan adalah, peserta didik (siswa-siswi SMA Takhassus Al Qur’an) dapat mengetahui apa itu sastra, manfaat sastra, serta mampu mengembangkan minat dan bakatnya dalam sastra, selain itu peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikannya dalam hal-hal yang positif.
F. Strategi Pembinaan
1). Melakukan latihan rutin tiap hari jum’at (pukul 13.30-15.00)
2). Partisipasi publik dalam lomba, workshop maupun pementasan-pementasan karya sastra
3). Melakukan kajian-kajian etika dan estetika dalam kehidupan sosial
4). Merespon untuk hal-hal yang positif terhadap peristiwa-peristiwa/ event-event dalam kehidupan sosial
5). Koordinasi dengan Wakasek Bid. Kesiswaan SMA Takhassus Al Qur’an
6). Difasilitasi dan dibimbing oleh :
A. Guru pembimbing/ pembina.
B. Pihak lain yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan pengetahuan tentang sastra (Pelatih)
1). Melakukan latihan rutin tiap hari jum’at (pukul 13.30-15.00)
2). Partisipasi publik dalam lomba, workshop maupun pementasan-pementasan karya sastra
3). Melakukan kajian-kajian etika dan estetika dalam kehidupan sosial
4). Merespon untuk hal-hal yang positif terhadap peristiwa-peristiwa/ event-event dalam kehidupan sosial
5). Koordinasi dengan Wakasek Bid. Kesiswaan SMA Takhassus Al Qur’an
6). Difasilitasi dan dibimbing oleh :
A. Guru pembimbing/ pembina.
B. Pihak lain yang dibutuhkan dalam rangka pengembangan pengetahuan tentang sastra (Pelatih)
G. Penutup
Demikian profil MEDIASI SASTRA (Media Seni dan Karya Sastra) sebagai salah satu ektra kurikuler pilihan di SMA Takhassus Al Qur’an. Kami berharap dengan adanya ektrakurikuler ini bisa menjadi wadah minat dan bakat peserta didik disekolah, dan nantinya akan bisa diambil manfaatnya oleh para peserta didik pada khususnya, dan bagi SMA Takhassus Al Qur’an dan masyarakat luas pada umumnya.
Dan kami memohon kepada seluruh pihak (stake holder) yang ada, supaya mendukungsecara maksimal ekstra kurikuler ini demi terwujudnya Visi dan Misi SMA Takhassus Al-Qur’an Kalibeber Wonosobo.
Kalibeber, 10 juli 2010PEMBINA
MUSTAMI'IN, S.S
0 komentar:
Posting Komentar