SALAM BUDAYA!!!!!!,BUDAYAKAN SALAM SELALU.

Jumat, 28 Agustus 2015

NASKAH DRAMA MENCARI MUHAMMADKU




MANCARI MUHAMMADKU
Oleh : Sastra SMA TAQ
(Cerita ini diadopsi dari puisi KH.Mustofa Bisri)

Part 1          : Suatu ketika terdapatlah tokoh berpakaian serba putuh menyenandungkan Syair rindu Muhammad
Part 2          :  Sosok Yang berpakaian putih tersebut akhirnya duduk bersila menghadap kearah kiblat dan pada saat sosok tersebut bersholawat muncullah sekelompok wong cilik yang sedang merintih kelaparan.
Surti
:
Lapar.. aku lapar.. ada yang mau mengasih aku sedikit makanan untukku, sementara temanku sendiri yang sudah kaya tak memperdulikanku jangankan memberi pinjampun, malah ia selalu mencaciku.
Sosok Putih
:
Lihatlah banyak yang lapar, dimanakah kau muhammadku, sungguh aku merindukanmu Muhammadku..
(saat si ibu sedang merintih kelaparan, datang seorang dep kolektor yang menagih hutang)
Dep kolektor
:
Hai ibu tua dimanakah kamu… kamu sudah bilang hari ini mau mebayar hutangmu
Surti
:
Maaf pak.. sungguh aku mengucapkan beribu-ribu maaf karena kau belum bisa mengembalikan uang itu
Dep Kolektor
:
Persetan dengan semua ucapanmu.. yang pentang hari ini kamu bisa mengembalikann hutangmu.
Surti
:
Tolonglah pak tolong, jangankan membayar hutang makanpun aku belum bisa pak
Dep Kolektor
:
Lah Pret gapret makan ya situ ga makan ya situ apa urusannku, tugasku yang penting menagih hutangmu..
Sosok putih
:
Lihatlah Muhammadku, kesengsaraan di sertai akhlah moral yang brutal memangsa negri ini.. oh Muhammadku dimanakah kau muhammadku…
Dep Kolektor
:
Kali ini kamu masih ku beri kesempatan.. kalo besok tidak kau banyar hutang itu, maka aku ta segan-segan berbuat kejam kepadamu.
Surti
:
Ya Allah ya tuhannku berikan pertolangan kepada Hamba… Ya Muhammadku Tujukkanlah aku jalan yang lurus dan berikanlah bimbinganmu kepadaku.

Part  3 : sekelompok anak sekolah merencanakan penganiayaan terhadap temannya karena gadis pujaanya mencinyai temannya sendiri. Disitulah sosok putih itu muncul lagi..
Black
:
Kamu semua harus bantu aku, betapa hatiku tersobek-sobek saat si Tresno berjalan bareng dengan sinta didepan mata kelaku sendiri.
Sitol
:
Wah sungguh keterlaluan banget itu si Tresno
Sodrun
:
kita harus bantu apa bos.. apa perlu si Tresno kita habisi
Black
:
Cocok…cocok banget kata harus bikin perhitungan ama dia karena dia sudah berani mencuri sinta dari aku..
Sosok putih
:
Oh… Muhammadku lihatlah-lihatlah, umatmu telah dibutakan oleh nafsu cinta. Dimanakah Engkau Muhammadku aku butuh cinta kasih darimu yang bisa membuat ketentraman dinegeriku.
Sodrun
:
Itu Bos… si Tresno sedang jalan bareng ama Sinta
Black
:
Hai Tresno jangan berani-berani mendekati Sinta lagi, kamu tak pantas mendapatkan dia. (si black dan teman-temannya memukuli trisno lalu mereka meninggalkan tresno dalam keadaan tak berdaya)
Sinta
:
Tresno kamu tidak apa-apa tres..
Tresno
:
Ora opo-opo gundulmu…. Lambe bonyok.. mata bendul koyo ngene kok di omong ra po-po
Sosok Putih
:
Oh… Muhammadku dimana kasih sayangmu terhadapa sesama, yang tertinggal sekarang hanya keangkuhan dan penindasan terhadap umatmu yang tak berdaya.. oh Muhammadku
Part 4: Menceritakan Dua orang Pejabat yang selalu bertengkar karena merebutkan jabatan dan eksistensi terhadap Masyarakat.Kemudian seperti biasa sosok putih itu kembali lagi dengan kerinduan kepemimpinan Muhammad.
Pejabat 1
:
Saya akan ciptakan lapangan pekerjaan yang luas
Pejabat 2
:
Kalau saya akan menciptakan lapangan Bola yang besar untuk memberi fasilitas rakyat untuk berolahraga
Pejabat 1
:
Oh.. tidak bisa, mesti saya yang terpilih menjadi pemimpin di desa ini
Pejabat 2
:
Apa istimewanya dirimu,, Aku lah yang pantas menjadi pemimpin disini
Sosok Putih
:
Oh Muhammadku dimanakah diri-Mu, aku rindu dengan sifat kepemimpinan-Mu. Yang tertinggal hanya puing-puing ke serakahan dan menghalalkan berbagai cara..
Pejabat 1
:
Semua yang berpotensi memilih kamu akan saya alihkan dengan memberikan Uang supaya memilih aku
Pejabat 2
:
Oh..tidak bisa, karena yang berpotensi memilh kamu sudah saya berikan anak kambing supaya memilih aku..
Pejabat 1
:
Sumua akan aku lakukan asalkan Jabatan itu akan saya miliki
Pejabat 2
:
Saya juga akan melakukan apapun, bahkan kalo perlu cara yang haram akan aku tempuh demi jabatan itu…
Sosok Putih
:
Ya Muhammadku, umatmu telah dibutakan dengan silaunya gemerlapan dunia, tak pandang bulu mana yang halal dan mana yang haram,, ya Muhammadku dimanakah Engkau aku rindu sosok sepertimu.
Part 5 :    Sambil diringi puisi (Puisi KH. Mustofa Bisri), sosok putih trus berdzikir menghadap kiblat dan kemudian keluarlah orang miskin yang selalu di siksa Dep Kolektor. Dan disisi lain 2 orang anak sekolah trus berkelahi merebutkan gadis pujaannya, pejabatpun tak kalah sengit merebutkan peci sebagai simbol kekuasaan di negeri itu…


  PUISI KARYA K.H MUSTOFA BISRI

RINDU MUHAMMAD

Aku merindukanmu oh … Muhammad-ku
Sepanjang jalan, kulihat wajah-wajah yang kalah,
menatap mataku yang tak berdaya,
sementara tangan-tangan perkasa terus mempermainkan kelemahan
air mataku pun mengalir mengikuti panjang jalan,....
mencari tangan-tangan lembut wibawa.

Dari dada-dada tipis papan
Terus kudengar suara serutan derita mengiris berkepanjangan,....
dan kepongahan tingkah meningkat.
Telingaku pun kutelengkan,...
berharap sesekali mendengar merdu menghibur suaramu.

Aku merindukanmu oh … Muhammad-ku
Ribuan tangan gurita keserakahan, menjulur-julur kesana-kemari,
Mencari mangsa memakan korban, melilit bumi meretas harapan.
Aku pun dengan sisa-sisa suaraku mencoba memanggil-manggilmu,
Oh ...... muhammad-ku, Oh ...... muhammad-ku

Dimana-mana sesama saudara saling cakar berebut benar,
sambil terus berbuat kesalahan.
Qur’an dan sabdamu hanyalah kendaraan masing-masing mereka yang berkepentingan.
Akupun meninggglkan mereka, mencoba mencarimu dalam sepi rinduku.

Aku merindukanmu oh … Muhammad-ku
Sekian banyak abu jahal, abu lahab menitis kesekian banyak umatmu,
Oh … Muhammad-ku. Sholawat dan salam bagimu ….
Bagaimana melawan gelombang kebodohan dan kecongkakan yang telah terkayakan, bagaimana memerangi umat sendiri oh …muhammad-ku.
Aku merindukanmu oh … Muhammad-ku
Aku sunnguh merindukanmu.

1416 H
KH MUSTOFA BISRY


0 komentar:

Posting Komentar